Abstract :
Usaha mikro kecil dan menengah sangat berperan baik bagi Indonesia yakni sebagai
salah satu penggerak perekonomian negara. Banyak pelaku UMKM kesulitan untuk
mendapatkan modal tambahan dari lembaga keuangan yang dikarenakan
banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi terutama dalam hal laporan keuangan.
Dalam hal ini, pemerintah telah menerbitkan standar akuntansi yang bertujuan
untuk memudahkan para usaha kecil menengah dalam pelaporan keuangan yakni
SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik).
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran usaha,
umur usaha, persepsi pengusaha dan pemahaman teknologi informasi terhadap
penerapan SAK ETAP pada UMKM di Kota Batam. Teknik pengumpulan data
menggunakan penyebaran kuesioner kepada para pelaku usaha mikro kecil dan
menengah yang ada di Kota Batam. Penyebaran kuesioner sebanyak 175 responden
yang merupakan sampel dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan
aplikasi SPSS versi 25. Nilai koefisien determinasi dalam penelitian ini sebesar
7,5%. Hasil dari uji t menunjukkan variabel ukuran usaha, umur usaha, dan persepsi
pengusaha tidak berpengaruh terhadap penerapan SAK ETAP. Sedangkan variabel
pemahaman teknologi informasi berpengaruh terhadap penerapan SAK ETAP.
Hasil dari uji F menunjukkan variabel ukuran usaha, umur usaha, persepsi
pengusaha dan pemahaman teknologi informasi secara simultan berpengaruh
terhadap penerapan SAK ETAP