Abstract :
Perilaku kebiasaan masyarakat kota Tanjung pinang yang tinggal diarea pesisir
membuang limbah rumah tangga langsung ke laut memberikan dampak
pencemaran laut. Dikota Tanjungpinang lebih khususnya di Kawasan pesisir
Tanjung Unggat dan Plantar KUD sudah mengalami pencemaran yang
menyebabkan dampak terhadap masyarakat setempat. Sesuai dengan peraturan
daerah nomor 3 tahun 2015 tentang pengelolaan persampahan di kota
tanjungpinang Dinas permukiman rakyat diketahui sebagai lembaga yang
mempunyai kewajiban untuk menjaga kawasan pesisir untuk tetap bersih dari
pencemaran. Namun untuk menjaga kawasan pesisir tetap bersih juga merupakan
kewajiban masyarakat setempat. Lembaga terkait wajib memberikan sosialiasi
kepada masyarakat untuk mengubah kebiasaan masyarakat. Penelitian ini
memiliki tujuan dalam mengetahui nilai efektivitas dan penerapan yang ada
dilapangan serta mengetahui kendala yang dihadapi lembaga.metode yang
digunakan adalah metode penelitian empiris, dengan pendekatan kualitatif. Data
yang diperoleh adalah wawancara, dengan hasil penelitian adalah upaya dinas
dalam membersihkan sampah area pesisir membutuhkan waktu setiap hari untuk
membersihkannya dan sangat sulit dikarenakan tidak ada kerja sama serta
partisipasi dari masyarakat sehinga dibutuhkannya upaya berupa sosialisasi yang
di terapkan kepada masyarakat khususnya masyarakat area pesisir