Institusion
Universitas Putera Batam
Author
Lumbantoruan, Paskadian E
Subject
670 Manufaktur, Pabrik-pabrik
Datestamp
2021-04-01 09:47:58
Abstract :
5S merupakan konsep yang sangat sederhana berasal dari Jepang yaitu Seiri, Seiton,
Seiso, Seiketsu dan Shitsuke yang dalam bahasa Indonesia adalah Ringkas, Rapi,
Resik, Rawat dan Rajin. Departemen Final Sorting After Plating PT Dynacast
Indonesia yang terdiri dari 3 Line produksi bergerak dalam bidang manufaktur yang
melakukan proses pemeriksaan dan pemisahan produk yang akan dikirim. Proses
produksi menggunakan tenaga manual yang dilakukan oleh tenaga kerja. Pada
dasarnya perusahaan ini sudah menerapkan 5S di area kerja namun masih banyak
ditemukan kekurangan. Masih banyak barang atau material yang di tempatkan tidak
sesuai dengan tempatnya, pembuangan sampah tidak sesuai dengan label tempat
sampah. Selain itu di Departemen final sorting after plating masih banyak terdapat
alat atau material yang tidak terlalu dibutuhkan tetapi dimasukkan atau di letakkan di
dalamnya seperti troli, kardus bekas dan peletakan alat-alat kebersihan yang dekat
sekali dengan meja produksi yang menurut peneliti itu merupakan hal yang bisa
mengganggu proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat
penerapan 5S dengan metode Audit Checklist dan mengetahui usulan perbaikan apa
saja yang bisa diberikan. Hasil penelitian dengan metode Audit Checklist didapatkan
bahwa tingkat penerapan. Hasil pembahasan menunjukkan tingkat untuk line S1
dikategorikan cukup (53.95 %), line S2 dikategorikan cukup (47.81 %) dan line S3
dikategorikan Cukup dengan (42.98 %).. Usulan perbaikan yang didapat adalah
prosedur eliminasi, tagging pada barang, lokasi untuk item pada seluruh area kerja,
label area penyimpanan, lokasi barang di tempat yang mudah dijangkau, checklist
pembersihan, jadwal piket, sosialisasi penerapan 5S kepada karyawan, instruksi kerja
( poster standar 5S), visual board di masing-masing area kerja dan memberikan
reward untuk karyawan.