Abstract :
Penelitian ini adalah penelitian pragmatic yang menyelediki hubungan
antara bahasa dan konteksnya khususnya penggunaan strategi ketidaksopanan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis strategi
ketidaksopanan yang digunakan oleh para penutur di dalam film Ugly Betty serta
untuk mengetahui faktor para penutur menggunakan strategi ketidaksopanan
berdasarkan konteksnya tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif
kualitatif. Objek penelitiannya yaitu strategi ketidaksopanan di film Ugly Betty.
Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi dengan teknik
simak libat bebas cakap. Dalam analisis, peneliti menggunakan metode padan
pragmatics dari Sudaryanto (2015). Selanjutnya, teori Culpeper digunakan untuk
menganalisis jenis strategi ketidaksopanan yang digunakan oleh para penutur serta
didukung oleh teory Jay untuk menemukan faktor para penutur yang
menggunakan strategi ketidaksopanan tersebut. Metode yang digunakan untuk
presentasi hasil analisis adalah metode informal. Hasil penelitian menunjukan
bahwa strategi ketidaksopanan yang digunakan dalam film Ugly Betty yaitu
ketidaksopanan secara langsung, ketidaksopanan positif, ketidaksopanan negatif,
ketidaksopanan secara tidak langsung dan menahan kesopanan. Kemudian ada
enam faktor yang mempengaruhi penutur di film Ugly Betty memilih kata
ketidaksopanan. Faktor tersebut adalah faktor yang diperngaruhi oleh umur, jenis
kelamin dimana penutur menggunakan kata tabu yang berhubungan dengan jenis
kelamin, status sebagai kekuatan untuk melakukan etika yang tidak baik, dan
melihat penampilan fisik, pengaturan social fisik dan juga diri sebagai pelanggar.