DETAIL DOCUMENT
Analisis Beban Kerja Mental dan Fisik pada Departemen Molding pada PT Racer Technology Batam
Total View This Week0
Institusion
Universitas Putera Batam
Author
Samosir, Adimanoto
Subject
620 Ilmu Teknik 
Datestamp
2022-11-23 12:26:42 
Abstract :
Beban kerja pada dasarnya digolongkan menjadi dua yakni beban kerja fisik yang menggunakan tenaga fisik dan beban kerja mental menggunakan pikiran. Departemen Injection Molding PT Racer Technology Batam adalah departemen yang memproduksi berbagai jenis komponen salah satunya adalah model CS Grip. Proses produksi menggunakan mesin Injection Molding. Metode beban kerja fisik yang digunakan adalah CVL dan metode beban kerja mental adalah NASA-TLX. Perusahaan ini cukup ketat terhadap aturan pada karyawan dimana apabila terjadi kesalahan seperti melewatkan reject, terjadi kesalahan saat mengoperasikan yang mengakibatkan terjadi kerusan pada mold, maka perusahaan akan memberikan sanksi seperti warning sedangkan apabila kesalahan atau kerusakan cukup fatal maka perusahaan akan melakukan pemotongan gaji. Banyak pekerja yang mengalami stress dengan kondisi kerja yang penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat beban kerja fisik dan mental dan melakukan perbandingan antara keduanya. Hasil metode CVL untuk beban kerja fisik terhadap 12 responden adalah responden 2 dengan hasil 32.1% dan diklasifikasikan Diperlukan Perbaikan dan hasil lainnya diklasifikasikan Tidak Terjadi Kelelahan, yaitu pada responden 1 (18.7%), responden 3 (22.7%), responden 4 (17.6%), responden 5 (18.8%), responden 6 (19.4%), responden 7 (21.5%), responden 8 (24,6%), responden 9 (20.5%), responden 10 (20.2%), responden 11 (22.4%) dan responden 12 (13.3%). Perhitungan rata-rata WWL untuk beban kerja mental terdapat 10 responden yang diklasifikasikan sebagai beban kerja Tinggi, yaitu responden 2 (73.3), reponden 3 (76.0), responden 4 (65.3), responden 5 (78.0), responden 6 (63.3), responden 7 (68.0), responden 8 (64.0), responden 9 (74.0), responden 10 (67.3) dan responden 11 (62.7). Responden 1 (58.0) dan responden 12 (58.0) masuk dalam klasifikasi beban kerja Sedang. T hitung > t tabel (25.475 > 2.074) maka beban kerja mental memiliki tingkat faktor yang lebih besar menimbulkan beban kerja dibanding dengan beban kerja fisik. 
Institution Info

Universitas Putera Batam