Abstract :
5S merupakan konsep yang sangat sederhana berasal dari Jepang yaitu Seiri, Seiton,
Seiso, Seiketsu dan Shitsuke yang dalam bahasa Indonesia adalah Ringkas, Rapi,
Resik, Rawat dan Rajin. Departemen Oral Health Care PT Amtek Engineering
Batam yang terbagi atas 6 line produksi bergerak dalam bidang manufaktur produksi
sikat Electric. Proses produksi menggunakan mesin assembly manual, semiauto dan
auto. Pada dasarnya perusahaan ini sudah menerapkan 5S di area kerja namun masih
banyak ditemukan kekurangan. Ditemukannya Frame Top, Frame Base, Bis Spring
dan Resonator di tempat yang tidak seharusnya. Pembuangan sampah tidak dilakukan
sesuai label tempat sampah yaitu, tempat sampah berlabel plastik dimasukkan sampah
kertas ataupun finger. Terdapatnya alat atau material yang tidak dibutuhkan di line
assembly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan 5S dengan
metode Audit Checklist dan mengetahui usulan perbaikan apa saja yang bisa
diberikan. Hasil penelitian dengan metode Audit Checklist didapatkan bahwa tingkat
penerapan untuk line D dikategorikan cukup (50.87 %), line C dikategorikan cukup
(46.71 %), line E dikategorikan Cukup dengan (55.04 %), line F dikategorikan Cukup
(56.14 %), Subline dikategorikan Cukup (46.71%) dan Rework dikategorikan Buruk
(39.47%). Usulan perbaikan yang didapat adalah prosedur eliminasi, tagging pada
barang, lokasi untuk item pada seluruh area kerja, label area penyimpanan, lokasi
barang di tempat yang mudah dijangkau, checklist pembersihan, jadwal piket,
sosialisasi penerapan 5S kepada karyawan, instruksi kerja ( poster standar 5S), visual
board di masing-masing area kerja dan memberikan reward untuk karyawan