Abstract :
Perusahaan atau bisnis baru yang muncul akan mengakibatkan semakin tinggi
daya saing dan permintaan konsumen. Pihak perusahaan akan berlomba-lomba
dalam menyediakan produk-produk yang terbaik yang sesuai dengan keinginan
pasar.Bengkel juga harus mampu memilih supplier yang tepat. Sebelum
menentukan suatu keputusan dalam pemilihan supplier mana yang sebaiknya
dipilih, pengambil keputusan (decision maker) perlu melakukan analisis terlebih
dahulu supplier yang seperti apa yang dibutuhkan oleh bengkel. Pemilihan
supplier yang tidak tepat dapat mengganggu kegiatan operasional bengkel. Proses
pemilihan supplier merupakan salah satu hal penting dalam aktivitas pembelian
karena supplier merupakan mitra bisnis yang memegang peran penting dalam
menjamin ketersediaan spare part yang dibutuhkan bengkel. Penelitian ini
menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Adapun kriteria yang
digunakan pada penelian ini adalah Harga, pengiriman, kualitas, pelayanan dan
loyalitas. Berdasarkan kriteria dan subkriteria dalam pemilihan supplier, supplier
FB merupakan supplier terbaik dan optimal dengan nilai bobot 3,207, supplier
BDI merupakan prioritas kedua dengan nilai bobot 0,597, supplier IBM
merupakan prioritas ketiga dengan nilai bobot 0,236, supplier MJM merupakan
prioritas keempat dengan nilai bobot 0,127, dan supplier LJ merupakan prioritas
kelima dengan nilai bobot 0,105. Berdasarkan hasil dari penelitian ini supplier
terbaik yang dipilih oleh pihak apotek sebagai mitra jangka panjang adalah
supplier FB karena secara keseluruhan memiliki bobot tertinggi dibandingkan
dengan keempat supplier lainnya.