Abstract :
PT. Caterpillar adalah salah satu perusahaan excavator di Batam. Berdasarkan pengamatan,
pekerja merasakan panas pada siang hari karena banyaknya lampu dan hanya beberapa
blower yang tersedia, sedangkan area produksi adalah ruang tertutup dengan 1 pintu
bergulir, dengan ukuran ruangan 100x10 m dan suhu kamar 37oC. Jika dibiarkan tidak
terkendali, itu akan mempengaruhi kenyamanan pekerja di tempat kerja, karena pekerja
akan merasakan panas dan mengakibatkan waktu pekerja terbuang untuk mencari kipas
angin di muka dengan waktu 60 detik dalam sekali pengambilan, yang dilakukan selama 3
kali dalam 1 shift. Waktu limbah ini akan berdampak pada lamanya proses produksi, yang
secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui pengaruh pencahayaan dan suhu pada kinerja karyawan dan menentukan solusi
untuk menyediakan lingkungan kerja yang nyaman bagi pekerja. Dari hasil uji statistik
yang dilakukan, uji F menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara suhu dan
pencahayaan secara simultan terhadap kinerja karyawan, uji t diperoleh kesimpulan dari
pencahayaan tidak ada pengaruh dan hubungan yang signifikan antara pencahayaan
terhadap kinerja karyawan. Dari suhu. tidak ada pengaruh dan hubungan yang signifikan
antara suhu terhadap kinerja karyawan dan perhitungan koefisien determinasi, suhu dan
pencahayaan mempengaruhi 30,6% dari kinerja karyawan, 69,4% dipengaruhi oleh faktor
lain, misalnya kesehatan dan penghargaan yang diberikan oleh perusahaan kepada pekerja.