Abstract :
Kesadaran masyarakat akan dampak buruk dari pertanian kimiawi sudah semakin
meningkat, sehingga upaya metode alternatif dalam melakukan praktek pertanian
yang berwawasan lingkungan dan berkelajutan telah mulai dikembangkan. Sistem
usaha tani yang dikembangkan adalah didasarkan atas interaksi yang selaras dan
serasi antara tanah, tanaman, ternak, manusia dan lingkungan. Sistem ini dititik
beratkan pada upaya peningkatan daur ulang secara alami dengan tujuan
memaksimalkan input berupa bahan organik, sehingga kesehatan dan kesuburan
tanah akan tetap terjaga.
Komunitas Anak Nelayan Setokok merupakan komunitas masyarakat dan
didirikan oleh masyarakat setempat yang bergerak dibidang pembuatan pupuk
organik yang dibyayai oleh pemerintah yaitu Kementrian Kelautan. Setelah
melakukan analisan proses pengolahan pupuk organik menjadi pupuk kompos
diperoleh waktu tunggu paling lama terjadi pada proses pengeringan secara
tradisional membutuhkan waktu satu minggu. Untuk mengatasi permasalahan
tersebut melakukan perancangan alat pengurai pupuk organik. Metode yang
digunakan ini deskriptif kuantitatif. Tujuan dilakukuan perancagan alat ini
adalah mempercepat proses pengurangan kadar air yang terkandung dalam pupuk
organik. Setelah dilakukan perancangan dan pembuatan alat kemudian dilakukan
beberapa percobaan diperoleh hasil pupuk organik yaitu waktu yang dibutuhkan
penguraian pupuk organik selama 20 menit dengan menggunakan alat Pengurai
Pupuk Organik diperoleh kadar air 45%.