Abstract :
Perusahaan yang tidak dapat mengendalikan tingkat likuiditas dapat kehilangan kehilangan
keyakinan dari eksternal perusahaan sehingga dapat terjadinya tingkat likuiditas perusahaan
menurun dalam meneruskan bisnis perusahaan. Perputaran kas dapat diartikan sebagai
kemampuan perusahaan dalam memperolehkan kas atau keuntungan sehingga dapat
membantu pihak manajemen dapat mengelola kas dengan baik dan tepat. Perputaran piutang
juga merupakan alat untuk mengetahui seberapa sering perputaran piutang usaha dalam
mengubah kas usaha dalam waktu tertentu. Tujuan utama dari penelitian ini untuk melihat
adakah pengaruh yang signifikan antara perputaran kas dan perputaran piutang baik itu
parsial maupun simultan terhadap tingkat likuiditas. Sehingga dapat menjadikan bahan
pertimbangan sekaligus menjadi referensi bagi para pengusaha, investor, maupun
distributor dalam menjalankan bisnisnya. Teknik pengumpulan sampel ini digunakan
dengan purposive sampling dengan penentuan sampel nilai tertimbang tertentu agar data
yang digunakan memiliki nilai yang lebih representatif sehingga sampel dapat mewakili
bagian dari keseluruhan populasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
kuantitatif yang berupa sumber data sekunder dengan dengan mengumpulkan data laporan
perusahaan dari tahun 2014 hingga 2018 populasi pada penelitian ini adalah 60 sampel.
Penelitian ini menggunakan metode analisis data regresi linier berganda sehingga dapat
menghasilkan pengolahan data berupa tabel maupun grafik dan kesimpulan. Dari hasil
penelitian SPSS menunjukkan secara parsial perputaran kas tidak berpengaruh signifikan
0,052 > 0,05 dan perputaran piutang secara parsial tidak terdapat pengaruh signifikan 0,057
> 0,05 terhadap tingkat likuiditas dan hasil Uji F menunjukkan secara simultan perputaran
kas dan perputaran piutang berpengaruh signifikan 0,039 < 0,05 terhadap tingkat likuiditas.