Abstract :
Kemajuan teknologi dalam industri manufaktur menghendaki perusahaan untuk
menjadi lebih kompetitif agar dapat mengambil bagian dari perkembangan yang ada.
Semua perusahaan perlu melakukan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan
sistem yang digunakan. PT Alcotraindo Batam adalah perusahaan pengolahan
tembakau dan produsen rokok putih. Dalam proses produksinya, perusahaan
menggunakan mesin pengemas rokok GD-X1. Dengan adanya peningkatan
penggunaan mesin, tentunya akan berdampak pada kinerja mesin. Konsekuensi dari
hal tersebut bisa jadi berupa penurunan kinerja mesin sendiri. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengusulkan peningkatan kinerja mesin GD-X1 dengan
menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang kemudian
dilanjutkan dengan pengukuran Six Big Losses untuk mengetahui seberapa besar nilai
efisiensi yang hilang pada keenam faktor Six Big Losses. Dengan diagram cause and
effect memungkinkan untuk menganalisis masalah sebenarnya yang menjadi akar
penyebab utama tingginya kerugian dan rendahnya efisiensi mesin. Sebagai
kesimpulan, hasil perhitungan OEE pada mesin GD-X1 antara bulan Januari hingga
Desember 2021 diperoleh OEE sebesar 47,01%. Keadaan ini menunjukkan bahwa
kemampuan mesin GD-X1 dalam pencapaian efektivitas penggunaan mesin belum
mencapai keaadaan yang ideal yaitu (?85%). Dari 6 faktor kerugian teratas, faktor
tertinggi yang menjadi prioritas utama untuk dieliminasi perusahaan adalah faktor
Reduce Speed Losses sebesar 77,02%. Prioritas potensi kegagalan didasarkan pada
urutan nilai RPN tertinggi, yaitu kerusakan pada bagian atau komponen mesin dengan
nilai RPN 210. Usulan yang dapat dilakukan untuk peningkatan kinerja mesin GD-X1
adalah dengan membuat standar pengendalian kontrol stok part atau komponen