Abstract :
Lingkungan kerja adalah semua keadaan yang terdapat disekitar tempat kerja seperti temperatur, kelembaban udara, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, gerakan mekanis, bau-bauan dan lain-lain yang dalam hal ini akan berpegaruh secara signifikan terhadap hasil kerja manusia. Suhu yang terlalu tinggi akan menyebabkan kelelahan, bahkan akan dapat meningkatan keluhan MSDS bagi pekerja terutama pekerjaan yang dilakukan secara manual. Suhu panas menyebabkan penurunan kinerja kognitif. Ada banyak penurunan setelah 31°C. Dalam penelitian ini hasil pengukuran suhu ruangan yang dilakukan oleh peneliti, didapat suhu ruangan mencapai 31°C dan Operator deburring diberikan beban kerja hingga 30 kg sampai 50 kg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kategori keluhan suhu dan kelelahan kerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja pekerja gudang di PT ETB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode IFRC, yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kelelahan kerja subjektif tenaga kerja. Hasil dari penelitian ini adalah kategori kelelahan pekerja gudang di PT ETB berada pada kategori kelelahan tinggi. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa kelelahan kerja (sig = 0,02), beban kerja (sig = 0,01) berpengaruh terhadap suhu ruangan. Untuk dapat menyarankan kepada pekerja gudang agar melaksanakan tugas atau beban kerja sesuai dengan kemampuan fisik dan kemampuan bekerjanya, diharapkan adanya istirahat. Kemudian diharapkan pimpinan PT ETB dapat menambah alat pendingin ruangan dan ventilasi udara serta alat mekanik untuk mengangkat dan memindahkan barang.