Abstract :
Konteks memegang peranan penting dalam setiap ujaran. Setiap ujaran
menimbulkan praanggapan. Jika pendengar tidak mengetahui sesuai konteksnya,
maka akan menimbulkan kesalahpahaman. Penelitian ini dibuat dalam menanggapi
kesalahpahaman komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan
jenis-jenis pengandaian dan juga untuk menginterpretasikan makna tersirat dari
konteks percakapan dalam film fatherhood. Teori jenis praanggapan yang
digunakan teori Yule (1996), yaitu praanggapan eksistensial, leksikal, faktual,
struktural, nonfaktual, dan kontrafaktual. Selanjutnya untuk konteks digunakan
teori Holmes (2001). Kedua teori di atas digunakan untuk menjawab pertanyaan
penelitian. Subjek penelitian ini adalah film fatherhood yang disutradarai oleh Paul
Weitz yang berdasarkan kisah nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.
Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik observasional
menurut Sudaryanto (2015). Semua ucapan dianalisis secara deskriptif. Hasilnya,
penelitian ini menemukan 41 data untuk 6 jenis pengandaian. Penelitian ini juga
telah menganalisis makna tersirat sebanyak 41 data. 4 elemen dalam konteks yaitu,
latar, topik, fungsi dan juga partisipan telah ditemukan. Terdapat 12 latar, 17
partisipan dan 41 topik dan fungsi. Berdasarkan hasil penelitian, tipe presuposisi
eksistensial yang paling banyak digunakan dengan total 12 data. Selanjutnya, tipe
yang jarang ditemukan adalah pengandaian non-faktif dengan total 2 data yang
ditemukan dalam film Fatherhood.