Abstract :
Zaman Elizabeth merupakan zaman sejarah yg penting bagi kaum perempuan
dalam masa ketersisihannya. Penulis meneliti fenomena citra perempuan pada
drama yang di karang oleh William Shakespeare dengan judul Twelfth Night.
Tujuan dari penelitian ini (1) untuk mengetahui peran perempuan pada zaman
Elizabeth yg terlihat pada drama Twefth Night (2) untuk mengetahui karakter citra
perempuan pada zaman Elizabeth yg terefleksi pada drama Twelfth Night oleh
William Shakespeare. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang
menggunakan non participant observation untuk pengumpulan data.
Categorization sebagai metode analisis data di mana data yang sudah di
kumpulkan lalu dikategorikan menurut masing-masing kelompok, lalu di di
deskripsikan dan hasil dalam bentuk laporan. Hasil penelitian ini memperlihatkan
citra perempuan pada drama Twelfth Night berupa; kekuasaan, kebebasan
perempuan itu dibawah laki-laki, perempuan tidak boleh semena-mena melakukan
apa yg mereka inginkan, secara tidak langsung menjadikan perempuan sebagai
objek yang harus menuruti segala keinginan ataupun perintah dari laki-laki,
termasuk ayahnya. Viola yang barusaja terdampar di negeri asing Illyria tidak tahu
harus bagaimana, lalu ia bertahan hidup di negeri asing tersebut dengan
mengubah penampilan sebagai laki-laki demi keselamatan hidup nya, disisi lain
ada Olivia yg barusaja kehilangan ayah dan saudara laki-laki nya dimana sang
ayah yg telah lebih dulu meninggal ketika sang kakak laki-laki nya masih hidup,
kakak nya lah yg mengganti peran ayah untuk Olivia. Citra perempuan yg
terkandung dalam drama ini menjadikan seorang yg tegas, mandiri, dan penuh
kepemimpinan serta meski penampilan berubah jiwa tetap menjadikan kodrat
sebagai perempuan yg punya cinta dan menikah. Sebagai kesimpulan, citra
perempuan yg terjadi pada drama Twelfh Night karya William Shakespeare
sebanding dengan kehidupan zaman Elizabethan