Abstract :
Tujuan penelitian ini melihat peran yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam
hal ini adalah pemerintah kota Batam melalui Dinas Ketahanan Pangan dan
Pertanian dalam menjaga ketahanan pangan dan kebutuhan pangan di kota Batam
secara berkelanjutan. Pada saat ini di Kota Batam sedang terjadi kekurangan pangan
akibat dari lemahnya pengelolaan pangan, sehingga seringkali harga pangan
menjadi tinggi. Adapun indikator yang peneliti gunakan dalam penelitian ini antara
lain adalah peran sebagai inovator, stabilisator dan modernisator. Metode kualitatif
dengan pendekatan deskriptif dilakukan untuk dapat secara sadar dan mendalam
melakukan wawancara kepada narasumber Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Wawancara dilakukan dengan aktor kepentingan untuk memperoleh data penelitian
yang reliable dan aktual. Hasil penelitian yaitu: peran pemerintah Kota Batam
dalam menjaga ketahanan pangan dan pertanian masih kurang efektif. Keaktifan
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian hanya berfokus kepada kolaborasi terbatas
dengan Dolog/Bulog dan tidak terjadi dengan pihak swasta, sehingga kebutuhan
pangan seringkali bermasalah. Selain itu, lumbung pangan yang tersedia berjumlah
2 dan dinilai sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kota
Batam. Partisipasi hanya berbentuk evaluasi mengkontrol harga di pasar dan jarang
dilakukan. Akibatnya adalah sulit bagi para petani, pedagang untuk menjual hasil
panen kepada masyarakat lebih luas. Saran bagi pemerintah adalah harus dilakukan
penguatan kelembagaan dan tata kelola pangan yang efektif untuk dapat
mengantisipasi kebutuhan pangan yang meningkat oleh masyarakat dengan
antisipasi ketahanan pangan daerah.