Abstract :
Bank perkreditan rakyat merupakan salah satu jenis perbankan yang ada di
Indonesia. Pendapatan merupakan merupakan akun yang berasal dari aktivitas
perusahaan yang merupakan gabungan dari penjualan, bunga, bagi hasil, royalti dan
sewa. Beban merupakan pengurangan masa pakai selama periode akuntansi dalam
bentuk arus kas keluar atau penguranan aset atau utang yang menyebabkan
menurunnya ekuitas sebuah perusahaan. Pengakuan pendapatan pada PT. BPR
DANA NAGOYA diatur berdasarkan metode cash basis dan accrual basis, dimana
cash basis diakui pada saat kas diterima dan accrual basis merupakan pada saat
terjadinya transaksi. Beban pada PT. Bank Perkredit Rakyat PT. BPR Dana Nagoya
diatur berdasarkan metode cash basis dan accrual basis, dimana cash basis diakui
pada saat kas diterima dan accrual basis merupakan pada saat terjadinya transaksi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif desktiptif dengan teknik dokumentasi
yang dimana peneliti menggunakan laporan keuangan bank perkreditan rakyat
selama 5 tahun (2017 ? 2021) sebagai sumber data untuk diamati dan dianalisis.
Kesimpulan dari penelitian yang berlokasikan di PT. Bank Pekreditan Rakyat PT.
BPR Dana Nagoya tentang pengakuan pendapatan dan beban sudah sesuai dengan
apa yang tertera pada Pedoman Akuntansi Bank Perkreditan Rakyat dimana
pengakuan pendapatan dan beban pada Pedoman Akuntansi Bank Perkreditan
Rakyat menganut dua metode yaitu metode Cash Basis dan Accrual Basis.