Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemilikan
institusional, intensitas modal, dan intensitas persediaan terhadap agresivitas
pajak. Analisis data yang digunakan adalah metode regresi linier berganda dan
diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa variabel bebasnya adalah:(1) kepemilikan institusional berpengaruh
terhadap agresivitas pajak. (2) Intensitas modal tidak berpengaruh terhadap
agresivitas pajak. (3) Intensitas persediaan berpengaruh terhadap agresivitas
pajak. Pada saat yang sama (sekaligus) kepemilikan institusional, intensitas
modal, dan intensitas persediaan mempengaruhi agresivitas pajak. Jumlah
populasi sebanyak 80 perusahaan dan 28 perusahaan menjadi sampel dalam
penelitian ini dengan jumlah data 140 data. Untuk pengolahan penelitian ini
menggunakan program IBM SPSS versi 25. Hasil uji t menunjukan Kepemilikan
institusional mendapati nilai t-hitung 4,817 > t-tabel 1,978 dan signifikansinya
0,00 < 0,05. Disimpulkan kepemilikan institusional berpengaruh positif dan
signifikan terhadap agresivitas pajak.Capital intensity mendapati nilai t-hitung -
2,440 < t-tabel 1,978 dan signifikansinya 0,02 < 0,05. Disimpulkan capital
intensity tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap agresivitas pajak.
Inventory intensity mendapati nilai t-hitung 2,217 > t-tabel 1,978 dan
signifikansinya 0,03 < 0,05. Disimpulkan inventory intensity berpengaruh positif
dan signifikan terhadap agresivitas pajak. Hasil uji F menunjukan Diperoleh F?hitung 10,036 > F-tabel 2,67 dan sig 0,00 < 0,05. Disimpulkan kepemilikan
institusional, capital intensity, dan inventory intensity berpengaruh secara
simultan dan signifikan terhadap agresivitas pajak.