Abstract :
Mengikuti zaman yang semakin berkembang dan modern, karir seseorang
semakin dipandang penting oleh masyarakat. Semakin bagus karir seseorang,
status sosial individu tersebut berpotensi untuk mengalami peningkatan dalam
pandangan masyarakat. Akuntan publik dipandang sebagai salah satu profesi yang
terjamin saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan menganalisis secara
empiris penghargaan finansial, pelatihan professional, lingkungan kerja, dan nilai?nilai sosial terhadap minat mahasiswa akuntansi di Kota Batam untuk berkarir
sebagai akuntan publik. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini
menggunakan metode purposive sampling dengan populasi mahasiswa jurusan
akuntansi yang ada di Kota Batam pada tahun 2021 semester genap sebanyak
1.087 mahasiswa dengan menjadikan 100 mahasiswa akuntansi di Kota Batam
sebagai sampel penelitian yang didapatkan melalui perhitungan rumus Slovin.
Sampel mahasiswa yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahsiswa
semester 5 dan 7. Penelitian ini melakukan pengumpulkan data dengan kuesioner
yang bagikan melalui google form kepada responden yang kemudian akan diukur
dengan skala likert dan diolah dengan aplikasi SPSS. Penelitian ini menggunakan
uji kualitas data (uji validitas dan uji reliabilitas), analisis statistik deskriptif, uji
asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas),
analisis regresi berganda dan uji hipotesis (uji t, uji F, dan uji koefisien
determinasi). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial penghargaan
finansial, lingkungan kerja, pelatihan profesional memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi karir menjadi akuntan publik.
Sedangkan nilai-nilai sosial berpengaruh negatif signifikan terhadap minat karir
mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik. Secara simultan, penghargaan
finansial, pelatihan profesional, lingkungan kerja, dan nilai-nilai sosial
berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk bekarir sebagai akuntan
publik. Hasil koefisien determinasi menunjukkan minat mahasiswa dipengaruhi
oleh penghargaan finansial, pelatihan profesional, lingkungan kerja, dan nilai-nilai
sosial sebesar 27%