Abstract :
Pada masa pandemi covid-19 menyebabkan krisis ekonomi seperti ini belum pernah
terjadi sebelumnya (unprecendented) sehingga menimbulkan situasi yang penuh
dengan ketidakpastian dalam kehidupan masyarakat. Berangkat dari hal itu
Kemensos mengerahkan tanggung jawabnya dalam konteks koordinasi berupa
penyaluran bantuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana
Jawapos.com dan Kompas.com membingkai pemberitaan penyaluran bantuan
sosial covid-19 yang dilakukan bank BRI oleh Kementerian Sosial. Jenis penelitian
ini adalah dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode analisa yang
digunakan yaitu model analisa framing oleh Zhongdang dan Pan dan Gerald M.
Kosicki. Terdapat empat elemen penting sebagai alat dalam menganalisa frame
(bingkai) kedua portal media pemberitaan online tersebut yakni struktur sintaksis
(bagaimana fakta disusun), skrip (bagaimana pengkisahan fakta), tematik
(bagaimana wartawan menulis) dan retoris (bagaimana penekanan fakta).
Ditemukan bahwa Jawapos.com banyak memberitakan berbagai kasus dari kendala
penyaluran bansos tersebut tetapi tidak dijumpai sama sekali berita kritik seperti itu
dalam Kompas.com. Mayoritas berita yang dimuat pada Kompas.com adalah
mengenai cara-cara pendaftaran hingga pencairan bantuan untuk penerima manfaat,
artinya Kompas.com senantiasa menghadirkan berita-berita positif dan mendukung
program Kemensos. Ditemukan juga bahwa ada satu pemberitaan yang isi dan
tujuannya sama yaitu dukungan atas kinerja baik BRI dalam penyaluran bansos,
namun hal itu kurang mampu menjadi acuan sudut pandang karena masing-masing
media menerbitkan berita-berita yang berbeda-beda konsep setelah itu. Hasil dari
penelitian yang dilakukan menunjukkan keberpihakan antara masing-masing antar
kedua media.