Abstract :
Kota Batam merupakan salah satu tempat wisata yang memiliki daya tarik wisata
yang berbeda dengan wisata lainnya. Kota Batam memiliki tempat wisata yang
sangat menarik sehingga banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang
mengunjungi tempat wisata tersebut. Salah satunya adalah Museum Raja Ali Haji
di Kota Batam. Museum yang memiliki 72 koleksi peninggalan zaman dahulu ini
membuat wisatawan sangat tertarik untuk berkunjung ke Kota Batam. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pola, proses komunikasi, dan strategi
museum dalam menginformasikan teknologi QR Code kepada masyarakat. Teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi literatur.
Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan
verifikasi dengan model analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian
bahwa inovasi teknologi QR Code pada museum dikatakan efektif dan membantu
pengunjung untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai benda-benda
koleksi yang ada di museum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola
komunikasi yang digunakan adalah pola komunikasi linier. Proses komunikasi
dilakukan oleh komunikator menyampaikan pesan melalui media elektronik,
media cetak, dan media sosial kepada khalayak. Strategi yang digunakan adalah
kegiatan Go To School Museum, kunjungan ke berbagai pihak dan sekolah.
Program-program kegiatan yang dilakukan Museum Raja Ali Haji yaitu Museum
Go To School, Hari Jadi Museum, Seminar benda-benda koleksi museum dan
kegiatan berkunjung ke pulau-pulau untuk melihat benda-benda sejarah