Abstract :
Lagu menjadi sebuah media komunikasi paling menyenangkan, pesan dari lirik yang
ingin disampaikan oleh penulis sebagai komunikator dan ditujukan kepada penikmat
lagu sebagai komunikannya, disampaikan dengan iringan musik dan video klip. Video
klip menjadi salah satu media massa untuk menyebarkan pesan non-verbal dari
penyanyi kepada pendengarnya. Pesan simbolik yang terdapat dalam video klip
memberikan ketertarikan tersendiri bagi para penikmat musik. Di dunia komunikasi,
ilmu yang mempelajari tentang simbol atau tanda disebut semiotika. Salah satu pakar
semiotika yaitu Roland Barthes yang menyempurnakan teori Ferdinand de Sausure
dengan menyiptakan mitos setelah denotasi dan konotasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan makna denotasi, makna konotasi, dan representasi mitos
mengenai COVID 19 yang terdapat dalam video klip ?Permission to Dance? dari Boy
Group BTS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan
deskriptif kualitatif, hal itu disebabkan karena peneliti berfokus pada penjabaran
representasi mitos dengan analisis semiotika dari Roland Barthes. Penelitian ini
mengkaji tentang tanda, penanda dan petanda dari cuplikan scene dari video musik
untuk di pahami mitos yang berada di balik video klip tersebut. Hasil dari penelitian
ini adalah peneliti menyimpulkan bahwa mitos dari potongan-potongan scene dalam
video tersebut merupakan pihak-pihak yang mengalami gangguan selama pandemi
berlangsung. Munculnya gangguan yang terjadi di karenakan oleh pemerintah telah
menentukan perintahnya untuk mengurangi penyebaran Covid-19.