Abstract :
Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi keuangan
perusahaan sektor manufaktur sub sektor barang konsumsi terdaftar di Indeks
Saham Syariah Indonesia dengan metode altman, zmijewski dan springate.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Adapun
populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur sub sektor
barang konsumsi yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia periode 2017-
2021, dimana dengan teknik sampel purpose sampling diperoleh jumlah sampel 13
perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) berdasarkan metode altman,
terdapat perusahaan yang mengalami financial distress yaitu FOOD periode 2017-
2020, INDF periode 2020, KAEF periode 2017 dan 2018-2021, serta UNVR
periode 2021. Berdasarkan tingkat akurasi, metode prediksi altman memperoleh
prosentase sebesar 18,46%. Hal ini menunjukkan bahwa metode z-score mampu
memprediksi terjadinya kesulitan keuangan pada perusahan sub sektor konsumsi
yang terdaftar di ISSI. 2) Berdasarkan metode zmijewski, terdapat perusahaan yang
mengalami financial distress yaitu FOOD periode 2017 dan UNVR periode 2021.
Berdasarkan pengujian akurasi, model zmijewski sangat rendah yaitu sebesar
3,01%. 3) Berdasarkan metode springate, terdapat perusahaan yang mengalami
financial distress yaitu FOOD periode 2017-2020, HOKI periode 2021, ICBP
periode 2021, INDF periode 2018-2021, KAEF, PCAR, dan WOOD periode 2017-
2020. Berdasarkan perhitungan akurasi, metode springate memiliki nilai keakuratan
35,39% dalam memperediksi terjadinya financial distress. Springate akhirnya
memilih empat rasio keuangan untuk menentukan apakah sebuah perusahaan sehat
atau berpotensi bangkrut