Abstract :
Seiring perkembangan zaman, banyak bisnis yang dapat dilakukan untuk menarik
pelanggan serta mendapatkan keuntungan. Salah satu bisnis yang dapat dilakukan
pada saat sekarang ini yaitu dengan membangun coffeshop. Coffeshop sendiri
menjadi usaha yang cukup digemari oleh pengusaha yang masih muda karena
coffeshop memiliki target pemasaran pada anak-anak muda. Pemberian inovasi
serta informasi yang baik kepada orang lain akan memberikan keuntungan
terhadap usaha tersebut serta memberikan kepuasan kepada pelanggan yang mana
pelanggan akan memutuskan untuk melakukan pembelian secara terus-menerus.
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana inovasi produk dan word
of mouth mempengaruhi keputusan pembelian pada coffeshop Amati Tembesi.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data dikumpulkan
menggunakan cara penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert.
Populasi pada penelitian ini yaitu konsumen yang pernah berkunjung pada
coffeshop amati tembesi yang berdomisili di Batam. Sampel diperoleh dengan
menggunakan rumus Jacob cohen dan diperoleh sebanyak 204 responden.
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik dan
regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji kecocokan model (uji F), dan
uji t dengan program SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
keputusan pembelian dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh inovasi
produk dan faktor mulut ke mulut. Dapat diketahui hasil uji determinasi (R2
)
dalam penelitian ini bahwa 51,2% dari variasi keputusan pembelian dapat
dijelaskan oleh variabel inovasi produk dan word of mouth. Sedangkan sisanya
sebesar 48,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian
ini.