Abstract :
Ketidaksantunan adalah sikap negatif dan tidak menyenangkan dalam
berkomunikasi dan bertindak. Salah satu aspek ketidaksantunan dapat ditangkap
di media sosial. Ketidaksantunan tersebut muncul dalam reality show yaitu acara
?Hell?s Kitchen?. Reality show tersebut mengandung aspek ketidakdantunan
antara atasan dan peserta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi
dan fungsi ketidaksopanan yang ditemukan dalam ucapan-ucapan Gordon Ramsay
saat ia menjadi pembicara di Hell's Kitchen. Penelitian ini mengunakan teori yang
dikembangkan oleh Culpeper yang membahas tentang ketidaksantunan. Culpeper
membagi lima strategi dan tiga fungsi ketidaksantunan. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi data.
Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode observasi dan
teknik catat. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode
identitas pragmatis dan teknik penyamaan. Hasil penelitian ini dijelaskan secara
deskriptif dan naratif. Penelitian ini disajikan secara deskriptif dengan kata-kata
dan kalimat. Berdasarkan hasil penelitian, Gordon Ramsay menerapkan semua
strategi dan fungsi ketidaksantunan. Strategi tersebut terdiri dari ketidaksantunan
secara langsung, ketidaksantunan negatif, ketidaksantunan positif,
ketidaksantunan sarkasme, dan ketidaksantunan menahan. Fungsi tersebut terdiri
dari ketidaksantunan afektif, ketidaksantunan koersif, dan ketidaksantunan
menghibur. Ujaran -ujaran Gordon Ramsay lebih banyak mengujarkan strategi
ketidaksantunan secara langsung. Kemudian, ujaran-ujaran tersebut sebagian
besar dikategorikan sebagai fungsi ketidaksantunan afektif. Karena reality show
ini membicarakan tentang kompetisi memasak yang merujuk pada situasi
sebenarnya. Oleh karena itu, Gordon Ramsay selaku atasan berkomentar dengan
menyerang peserta dengan pernyataan tidak menyenangkan secara langsung, dan
jelas. sebagai tambahan, berdasarkan ungkapan yang ditunjukkan oleh lawan
bicara bahwa penutur benar-benar dapat memahami respon dari lawan bicara.