DETAIL DOCUMENT
An Analysis of Gordon Ramsay's Impoliteness Comments in “Hell's Kitchen” Show Season 20: Pragmatic Approach
Total View This Week0
Institusion
Universitas Putera Batam
Author
Azhari, Chud Radeffy
Subject
410 Linguistik 
Datestamp
2024-06-26 01:27:57 
Abstract :
Ketidaksantunan adalah sikap negatif dan tidak menyenangkan dalam berkomunikasi dan bertindak. Salah satu aspek ketidaksantunan dapat ditangkap di media sosial. Ketidaksantunan tersebut muncul dalam reality show yaitu acara ?Hell?s Kitchen?. Reality show tersebut mengandung aspek ketidakdantunan antara atasan dan peserta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi dan fungsi ketidaksopanan yang ditemukan dalam ucapan-ucapan Gordon Ramsay saat ia menjadi pembicara di Hell's Kitchen. Penelitian ini mengunakan teori yang dikembangkan oleh Culpeper yang membahas tentang ketidaksantunan. Culpeper membagi lima strategi dan tiga fungsi ketidaksantunan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi data. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode observasi dan teknik catat. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode identitas pragmatis dan teknik penyamaan. Hasil penelitian ini dijelaskan secara deskriptif dan naratif. Penelitian ini disajikan secara deskriptif dengan kata-kata dan kalimat. Berdasarkan hasil penelitian, Gordon Ramsay menerapkan semua strategi dan fungsi ketidaksantunan. Strategi tersebut terdiri dari ketidaksantunan secara langsung, ketidaksantunan negatif, ketidaksantunan positif, ketidaksantunan sarkasme, dan ketidaksantunan menahan. Fungsi tersebut terdiri dari ketidaksantunan afektif, ketidaksantunan koersif, dan ketidaksantunan menghibur. Ujaran -ujaran Gordon Ramsay lebih banyak mengujarkan strategi ketidaksantunan secara langsung. Kemudian, ujaran-ujaran tersebut sebagian besar dikategorikan sebagai fungsi ketidaksantunan afektif. Karena reality show ini membicarakan tentang kompetisi memasak yang merujuk pada situasi sebenarnya. Oleh karena itu, Gordon Ramsay selaku atasan berkomentar dengan menyerang peserta dengan pernyataan tidak menyenangkan secara langsung, dan jelas. sebagai tambahan, berdasarkan ungkapan yang ditunjukkan oleh lawan bicara bahwa penutur benar-benar dapat memahami respon dari lawan bicara. 
Institution Info

Universitas Putera Batam