Abstract :
Bahasa merupakan bagian penting dari komunikasi untuk menjadi alat bagi
individu untuk terlibat satu sama lain. seperti apa yang ingin mereka ungkapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran maksim pengambilan
objek pada film dalam film 12 Years a Slave. Penelitian ini dimaksudkan untuk
mengetahui jenis pelanggaran maksim, mendokumentasikan strategi yang
digunakan, dan mencari alasan pelanggaran maksim dilakukan oleh karakter
dalam film 12 Years a Slave. Penelitian ini mengacu pada penelitian kualitatif,
yang menggunakan penelitian kualitatif Creswell (2014) yang mendukung alasan
analisis pengetahuan. Data dikumpulkan dari naskah film yang mengandung
pelanggaran maksim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat macam
pelanggaran maksim dilakukan selama film ini: kuantitas, kualitas, relevansi,
cara dan strategi retoris oleh (Grundy 2000): seperti tautologi, meremehkan,
berlebihan, metafora, ironi dan pertanyaan retoris. Penelitian ini akan
menggunakan teori dari (Grice 1975) Penelitian ini akan menggunakan metode
observasi dan teknik non-partisipatif (Sudaryanto 2015) karena informasi
dikumpulkan dengan menonton film. Selain itu, ditemukan lima data kualitas
maksim, lima data relevansi maksim, lima data kuantitas, dan lima cara maksim
dengan menggunakan strategi retoris. Data ditemukan enam data metafora tiga
data ironi, tiga data berlebihan, tiga data meremehkan, dua data pertanyaan
retoris, dan dua data tautologi. Kemudian dianalisis dengan menggunakan
metode identitas pragmatis (Sudaryanto 2015) Terakhir, hasil analisis peneliti
akan disajikan secara deskriptif dengan metode informal (Sudaryanto 2015)