Abstract :
Penelitian ini membahas tentang pengalaman perbudakan dalam karya sastra,
khususnya novel. Karya sastra sebagai dokumentasi sosial yang dibayangkan
pengarang merupakan cerminan dari nilai-nilai kesukuan. Tujuan utama
penelitian adalah menelusuri realitas perbudakan yang terjadi di Amerika sebagai
fakta sosial dalam karya sastra. Penelitian ini bermanfaat untuk memperkuat aspek
moral karya sastra sekaligus membuktikan bahwa karya sastra menyimpan realitas
sosial pada saat itu sehingga pembaca mampu menelaah bahwa karya sastra tidak
hanya sebagai fiksi, tetapi juga sebagai dokumentasi sosial. Penulis dalam
penelitian ini menggunakan salah satu metode penelitian sastra yaitu Postcolonial
Approach. Metode pengumpulan data menggunakan observasi nonpartisipator
Ratna (2004). Novel Kindred yang ditulis oleh Octavia E. Butler pada tahun 1979
digunakan sebagai data penelitian primer, kemudian sejumlah referensi tentang
latar belakang sosial pengarang dan realitas perbudakan dalam sejarah bangsa
Amerika menjadi data sekunder. Data penelitian primer dan sekunder diperoleh
melalui studi literatur. Metode analisis data adalah kategorisasi yang dikemukakan
oleh Ratna (2004). Kategori fenomena perbudakan menggunakan Klein (1986)
lengkap dengan menganalisis novel Kindred. Metode ini menekankan pada tiga
aspek utama, kerja paksa, budak perempuan, dan perdagangan anak. Fenomena
perbudakan tercermin dalam novel Kindred karya pengarangnya, Octavia E.
Butler, adalah 10 kerja paksa, 10 budak perempuan, dan 10 perdagangan anak