Abstract :
Bahasa Toraja adalah bahasa yang dituturkan oleh etnis Toraja yang mendiami
wilayah kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu dan Mamasa, termasuk salah
satu dari banyak bahasa yang ada di Indonesia (Noorduyn, 1991). Bukan hanya
sebagai alat komunikasi, tetapi Bahasa Toraja juga merupakan salah satu warisan
budaya yang perluh dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budayaIndonesia.
Berdasarkan sensus pada tahun 2000, Bahasa Toraja berada pada level developing
yang jumlah penuturnya diperkirakan sekitar 750.000 jiwa (Pasinggil &Palelleng,
2018). Status ini mengidentifikasikan bahwa Bahasa Toraja masih aman dari
ancaman kepunahan. Walaupun demikian, masih diperluhkan upaya-upaya untuk
menjaga kelestarian Bahasa Toraja sebagai salah satu budaya Indonesia. Untuk
mencegah punahnya Bahasa Toraja dan mendukung kelestariannya Bahasa Toraja
salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan kamus Bahasa
Toraja. Upaya ini telah dilakukan oleh J. Tammu dan Van der Veen yaitu dengan
cara menerbitkan kamus Bahasa Toraja versi cetak pada tahun 1972.Namun, jumlah
kamus yang dicetak terbatas sehingga tidak dapat diakses masyarakat secara
menyeluruh. Selain itu, kamus versi cetak ini tidak relevan lagi dengan
perkembangan zaman dan kurang diminati lagi karena mulai tergantikan oleh
kamus digital yang lebih fleksibel dan praktis dalam penggunaannya. Dalam
penelitian ini metode yang digunakan adalah Rapid Application Development
(RAD). Metode RAD merupakan metode yang berfokus pada pegembangan
aplikasi secara cepat melalui pegembangan berulang dan umpan balik, sesuai
dengan target waktu pengembangan aplikasi yang lebih singkat dan tetap mematuhi
tahap-tahap dalam pembuatan dalam aplikasi.