Abstract :
Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menemukan tindakan dan fungsi-fungsi
tindak asertif. Untuk memenuhi tujuan penelitian ini, peneliti menggunakan teori
Searle dan Vanderveken tentang tindakan asertif dan teori Leech tentang fungsi
tindakan asertif. Teori-teori tersebut diaplikasikan dalam film ?Spider-man No
Way Home? sebagai sumber data. Film ini dipilih karena sebagian besar
karakternya mengujarkan kebenaran tentang perjuangan sang pahlawan dalam
film tersebut. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode observasi.
Metode ini dilakukan untuk mengamati penggunaan bahasa berdasarkan konteks
tuturan dan dilanjutkan dengan teknik mencatat untuk mendapatkan data yang
valid. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan metode identitas pragmatis
dan dilanjutkan dengan teknik penyamaan. Teknik ini bertujuan untuk menyamakan
data dengan teori secara pragmatis. Akhirnya, hasilnya ditampilkan secara naratif
dan deskriptif. Peneliti menemukan dua puluh dua dari tiga puluh dua tindakan
aserif dan semua empat fungsi tindakan asertif. Jenis-jenisnya adalah asserting,
affirming, stating, denying, assuring, arguing, informing, reminding, objecting,
predicting, reporting, suggesting, insisting, hypothesizing, guessing, swearing,
admitting, confessing, accusing, blaming, praising, complaining, dan boasting.
Peneliti tidak menemukan claiming, disclaiming, rebutting, notifying, retrodicting,
conjecturing, testifying, criticizing, atau lamenting. Tindakan asertif yang paling
banyak diujarkan adalah tindakan informing dan fungsi asertif yang paling banyak
digunakan adalah fungsi kolaboratif. Ujaran-ujaran karakter lebih banyak
mengandung makna sosial dalam menyampaikan informasi kepada lawan bicara.
Ujaran-ujaran tersebut tidak hanya diucapkan oleh penutur sebagai pihak yang
mendapat akibat tetapi juga diucapkan oleh pendengar. Ujuran tersebut terjadi
karena dilandasi oleh situasi yang menyebabkan penutur mengungkapkan
pernyataan tersebut.