Abstract :
PT HLN Rubber Batam adalah perusahaan moulding yang bergerak dalam bidang
produksi dan pengelolaan Rubber Cromets/karet menjadi barang setengah jadi
(seal rubber) yang akan didistributorkan kembali keperusahaan lain sehingga
menjadi suatu produk yang layak dipasarkan. Berdasarkan data dari tahun 2020-
2022 telah terjadi beberapa kasus kecelakaan kerja yaitu, saat memotong material
NBR(material keras) sehingga melukai jari tangan sampai mengakibatkan
beberapa jahitan pada jari tangan berjumlah 3 orang, kecelakaan kerja yang lain
adalah luka pada kelopak mata dikarenakan tidak memakai kacamata safety saat
ingin bekerja berjumlah 7 orang. Untuk menurunkan angka kecelakaan kerja perlu
diadakan program pencegahan kecelakaan kerja yaitu dengan melaksanakan
Manajemen Risiko untuk mengetahui bahaya serta potensi risiko yang terdapat di
tempat kerja. Proses identifikasi bahaya merupakan salah satu bagian dari
manajemen risiko. Penilaian risiko meliputi identifikasi bahaya, analisis potensi
bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, serta pemantauan dan evaluasi.
Dalam proses identifikasi dan melakukan analisis potensi bahaya dapat
menggunakan metode Hazard and Operability study (HAZOP). Dengan hasil
analisis yang di peroleh adalah terdapat 10 tingkat resiko tinggi yaitu: Terpapar
uap beracun dari material rubber silicone setelah keluar dari mesin moulding,
tumpahan oli dari injection moulding, percikan sisa materal dari presan mesin
moulding, terjepit mesin press, suhu ruangan tinggi, minimnya sirkulasi udara,
terpapas panas, terjatuh saat pengangkatan plat moulding, terjepit alat-alat dan
benda, terperangkap pada titik jepit. Solusi dalam pengendalian atau pencegahan
kecelakaan kerja pada departemen moulding adalah peningkatan kedisiplinan
dalam penggunaan APD serta menambah program pelatihan K3