Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan jenis-jenis tindakan asertif dan
untuk mendefinisikan fungsi dari tindakan asertif dengan menggunakan tuturan para
karakter dalam naskah film A Fall from Grace. Teori dari Alston (2000) digunakan
untuk menganalisis jenis tindak asertif. Ada sembilan jenis tindakan asertif
berdasarkan teori Alston (2000). Jenis-jenis itu adalah menegaskan, melaporkan,
bersikeras, mengklaim, mengakui, setuju, mengeluh, memprediksi, dan
menginformasikan. Kemudian, teori dari Searle & Vanderveken (1985) digunakan
untuk menganalisis fungsi dari tindakan asertif. Ada sembilan fungsi tindak asertif
berdasarkan teori (Searle & Vanderveken, 1985). Fungsi-fungsi itu adalah untuk
membuat pendengar merasa yakin, untuk menegaskan kepada pendengar dengan
tambahan cara pencapaian, untuk membantah argumen yang telah diajukan,
memberikan penjelasan lengkap tentang sesuatu, untuk mengakui dengan kondisi
konten proposisional tambahan, untuk menyatakan persetujuan atau ketidaksetujuan
atas sesuatu, untuk menyatakan ketidakpuasan atas suatu keadaan, untuk menegaskan
dengan syarat isi proposisional, dan untuk menegaskan kepada pendengar dengan
syarat persiapan tambahan. Selanjutnya, metode kualitatif digunakan dalam penelitian
ini yang diambil dari Creswell (2002) dan semua ucapan yang diucapkan oleh para
tokoh dianalisis secara deskriptif. Kompetensi pragmatis penyetaraan diterapkan
sebagai teknik analisis data. Kemudian, metode informal dari Sudaryanto (2015)
diterapkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini dianalisis 82 total data dalam film
A Fall from Grace yang dipisahkan menjadi dua tujuan berdasarkan pertanyaan
penelitian. Untuk tujuan pertama, ada 42 data yang ditemukan dalam sembilan jenis
tindakan asertif yang berbeda dalam film ?A Fall from Grace?. Untuk tujuan kedua,
terdapat 42 data yang ditemukan dalam sembilan fungsi tindakan asertif yang berbeda
dalam film A Fall from Grace.