Abstract :
Seiring dengan kemajuan teknologi dan persaingan bisnis yang semakin ketat,
produsen berlomba-lomba untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
Munculnya industri kecil dan besar, baik swasta maupun negara, akan banyak
memajukan bangsa. Hanya perusahaan yang berdaya saing tinggi yang dapat
bertahan dengan mengutamakan peningkatan kualitas, peningkatan produktivitas,
peningkatan efisiensi, dan pelibatan karyawan dalam penyelesaian masalah
perusahaan. Menyadari ketidakstabilan tingkat kegagalan dan berdasarkan data
historis masih sering melebihi standar yang telah ditentukan, oleh karena itu penting
bagi pelanggan untuk mengevaluasi kualitas produk yang dihasilkan oleh
perusahaan, sehingga diperlukan analisis kualitas produk di perusahaan untuk
menemukan solusi tentang cara mengurangi tingkat kegagalan dan mengurangi
pemborosan. proses produksi menggunakan metode Six Sigma DMAIC dengan
pendekatan diagram tulang ikan. Perusahaan menetapkan target cacat sebesar 3,5%
dari total setiap produksi setiap bulannya, namun dari hasil yang diperoleh untuk
setiap produksi masih ada yang melebihi 3,5%. banyaknya cacat yang dihasilkan
pada proses perakitan khususnya pada bagian perakitan printer, serta upaya yang
dilakukan perusahaan untuk mencegah hal tersebut terjadi masih belum optimal.
yang sudah dijelaskan pada data sebelumnya, batas toleransi maksimal cacat adalah
3,5% setiap bulan dari total produksi. Oleh karena itu, dibuat alat bantu perakitan
(jig) yang akan digunakan untuk proses perakitan untuk menurunkan persentase
kegagalan.