Abstract :
Desain kemasan yang tidak inovatif dan tidak kreatif, desain terkesan sederhana
sehingga ketika dipasarkan konsumen masih belum bisa mengenali produk yang
dipasarkan. Selain kemasan kurang menarik, kemasan juga mudah rusak,
menyulitkan konsumen saat ingin membawa bakso pulang ketika dalam perjalanan.
Kemasan plastik yang digunakan saat ini kurang mampu melindungi produk,
kurang mampu melindungi dari uap panas dan kemasan yang berbentuk mangkok
yang menggunakan heat sealer juga membuat produk mudah tumpah karena
penutup dari kemasan tidak terkunci dengan rapat, sehingga konsumen tidak dapat
menikmati bakso. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan
kemasan bakso sesuai dengan kriteria desain kemasan yang diingankan dan
dibutuhkan oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode Quality Function Deployment (QFD) berdasarkan data VOC yang
diperoleh. Pemilihan sampel yaitu menggunakan teknik simple random sampling
dengan metode rumus Slovin. Hasil dalam penelitian yang diperoleh yaitu terdapat
8 kriteria desain kemasan yang diingankan konsumen. Kriteria desain kemasan
yang memiliki prioritas paling tinggi adalah bentuk kemasan dan bahan dasar
kemasan dengan nilai kepentingan 5 sedangkan kriteria desain kemasan yang
memiliki prioritas paling rendah adalah spacing label area dengan nilai kepentingan
3. Technical response dengan prioritas paling tinggi adalah tersedia seal pada
penutup kemasan dengan nilai technical importance rating 216, absolute
importance 72 dan relative importance 10,23%. Technical response dengan
prioritas paling rendah adalah tata letak label yang sesuai agar label produk mudah
dilihat dengan nilai technical importance rating 72, absolute importance 24 dan
relative importance 3,41%