Abstract :
Pada perusahaan industri untuk menjaga kinerja perusahaan, kelancaran produksi
sangat penting dalam setiap usaha, terutama di bidang manufaktur. Mesin
merupakan salah satu faktor produksi yang mempengaruhi kelancaran proses
produksi. Proses produksi pada PT KWONG FAI BATAM banyak mengalami
downtime mesin yang mengakibatkan proses produksi tidak dapat berjalan dengan
lancar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interval penjadwalan perawatan
mesin untuk meminimalkan mesin downtime. Reliability Centered Maintenance II
(RCM II) with calculations of Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), MTTF,
and MTTR metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini
menggunakan data downtime yang dimulai dari bulan Juli 2021 sampai dengan
bulan Desember 202. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa Failure Mode and
Effect Analysis (FMEA) pada Serial Mesin 01, Serial Mesin 02, dan Serial Mesin
05 kegiatan maintenance repair dirty mold merupakan kegiatan maintenance repair
dengan frekuensi tertinggi atau paling sering terjadi berdasarkan perhitungan Risk
Priority Number (RPN). interval perawatan pada Serial Mesin yang memiliki
tingkat downtime tertinggi diantaranya adalah Serial Mesin No 05 dilakukan
kegiatan Preventive Maintenance dengan interval perawatan 3,24 jam, pada Serial
Mesin No 02 dilakukan kegiatan Preventive Maintenance dengan interval
perawatan 105,81 jam, dan pada Serial Mesin No 01 dilakukan kegiatan Preventive
Maintenance dengan interval 13,57 jam