Abstract :
Kota Batam merupakan sebuah pulau di utara Indonesia karena berada di
persimpangan antara negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam,
Kamboja, dan Thailand, sehingga Kota Batam menjadi tujuan bisnis dan wisata.
Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara,
Pemerintah Kota Batam telah melakukan promosi dengan berbagai cara seperti
promosi melalui website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, media
sosial. Namun belum adanya aplikasi untuk mempromosikan tempat wisata di Kota
Batam, maka perlu dibangun sebuah aplikasi pengenalan objek wisata di Kota
Batam yang meliputi visualisasi objek wisata secara 3D dan informasi objek wisata
untuk memudahkan wisatawan dalam memilih objek wisata. sesuai keinginan
mereka. Penelitian ini mengembangkan aplikasi untuk mengenali objek wisata di
Kota Batam menggunakan marker augmented reality dengan penerapan metode
model Waterfall SDLC (System Development Life Cycle). Metode tracking
teknologi augmented reality (AR) yang digunakan dalam penelitian ini adalah
marker-based tracking. Berdasarkan hasil pengujian fungsional, menunjukkan
bahwa aplikasi berfungsi dengan baik. Hasil uji kepuasan pengguna memberikan
nilai yang baik sehingga didapatkan hasil bahwa aplikasi diterima dengan sangat
baik oleh pengguna.