Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tata kelola perusahaan, yaitu ukuran
dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan institusional terhadap
nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur bidang makanan dan minuman yang
terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI) periode 2017-2021. Penelitian ini
berpopulasi sebanyak 38 perusahaan, dimana sampel penelitian terdiri atas 25
perusahaan setelah dipilih dengan motode purposive sampling sehingga terdapat
125 data. Jenis data penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari laporan
keuangan perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman di Bursa Efek
Indonesia (BEI). Metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang
dimanfaatkan dalam penelitian ini dengan teknik analisis regresi linear berganda
yang didukung oleh aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions)
versi 25. Uji t menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris berpengaruh secara
signifikan negatif dengan nilai thitung -2,661 > ttabel 1,99045 dan nilai sig. 0,009 <
0,05, kepemilikan institusional berpengaruh secara signifikan negatif terhadap
nilai perusahaan dengan nilai thitung -2,583 > ttabel 1,99045 dan nilai sig. 0,012 <
0,05, serta dewan komisaris independen tidak berpengaruh secara signifikan
terhadap nilai perusahaan dengan nilai thitung 0,511 < ttabel 1,99045 dan nilai sig.
0,611 > 0,05. Ukuran dewan komisaris, komisaris independen dan kepemilikan
institusional berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan dengan nilai
Fhitung 4,870 > Ftabel 2,72 dan nilai sig. 0,004 < 0,05.