Abstract :
Kebijakan dalam menentukan tingkat pengendalian persediaan bahan baku yang
harus dipertahankan, dengan melakukan pemesanan untuk menambah persediaan
yang akan dibuat dan seberapa besar pesanan yang harus diadakan. Data
persediaan bahan baku kabel selama beberapa bulan, seperti pada bulan Maret
2021 perusahaan mengalami kelebihan bahan baku sebesar 3.000 pcs, pada bulan
April 2021 terjadi kekurangan bahan baku sebanyak 500 pcs, dan kekurangan
terbesar terjadi pada bulan Desember 2021 yaitu 4.000 pcs. Terjadi karena
permintaan yang tidak menentu dari pelanggan sehingga perusahaan sering
mengalami kekurangan dan kelebihan bahan baku, terkadang kekurangan bahan
baku untuk pengiriman terjadi dari pemasok yang terlambat datang. Tujuan dari
penelitian ini adalah Untuk mengetahui jumlah pemesanan,persediaan pengaman
serta pemesanan kembali bahan baku kabel. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Silver Meal.
Hasil perhitungan dengan menggunakan model persediaan Economic Order
Quantity (EOQ), didapatkan jumlah pesanan untuk satu kali pemesanan bahan
baku kabel sebesar 39.200 pcs. Kemudian untuk safety stock bahan baku kabel
diluar kebutuhan rutin bahan baku kabel sebanyak 23 pcs. Hasil perhitungan
waktu pemesanan ulang bahan baku sebanyak 1.640 pcs. Total biaya yang harus
dikeluarkan perusahaan jika menggunakan model persediaan Economic Order
Quantity (EOQ) adalah sebesar Rp11.091.666,- dan menggunakan metode Silver
Meal perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp8.241.666,- untuk bahan baku
kabel.