Abstract :
Penyebaran virus corona begitu cepat hampir ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke
Indonesia. Berbagai macam kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk
menangkal virus ini, salah satunya adalah kebijakan vaksinasi. Namun, masih
banyak masyarakat yang meragukan vaksin Covid 19 ini, khususnya vaksin
AstraZeneca. Berita tentang efek samping vaksin AstraZeneca juga dipublikasikan
di media online Kompas.com dan Detik.com. Untuk melihat bagaimana konstruksi
pelaporan efek samping di kedua media online tersebut diperlukan analisis framing
untuk mengetahui bagaimana perspektif yang digunakan oleh media dalam memilih
isu dan menulis berita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana kedua media online tersebut Kompas.com dan Detik.com membangun
berita tentang kasus pelaporan efek samping vaksin Astrazeneca. Jenis penelitian
ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan metode analisis
framing Robert N.Entman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas.com
dan Detik.com memiliki persamaan dalam mengkonstruksikan pemberitaan vaksin
AstraZeneca yaitu keberpihakan Kompas.com dan Detik.com untuk mendukung
program vaksinasi dengan menyatakan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca
yang dilaporkan tidak menunjukkan efek samping yang berat. Untuk membuktikan
kualitas vaksin AstraZeneca kedua media online ini menonjolkan pemberitaan
efikasi vaksin AstraZeneca yaitu sebesar 62,1 persen dengan melibatkan pernyataan
narasumber-narasumber yang memiliki kapabilitas di bidang kesehatan. Perbedaan
antara Kompas.com dan Detik.com ini terlihat dalam kelengkapan konsep-konsep
framing model Robert N Entman.