Abstract :
Covid 19 merupakan permasalahan kesehatan dunia yang belum juga terselesaikan
hingga saat ini. Virus yang melanda hamper ke seluruh penjuru dunia ini merupakan
permasalahan global yang harus di cari jalan keluarnya. Banyak informasi tentang
covid 19 beredar di masyarakat. Baik cara menghindari atau pencegahannya
maupun cara pengobatan bagi orang yang sudah terkena jangkitan dari virus ini.
Tak jarang banyak informasi menyimpang yang di sampaikan. Peran sangat penting
di pegang oleh petugas kesehatab, dimana mereka merupakan orang yang memiliki
kredibilitas dibidang ini untuk memberikan informasi yang valid tentang virus ini.
Penelitian ini mencoba melihat bagaimana model komunikasi yang digunakan
petugas kesehatan dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat untuk
waspada terhadap virus covid 19 bagi pasien di laboratorium plus Kota Batam
untuk mengurangi jumlah orang yang terinfeksi dan upaya penyembuhan bagi
pasien yang sudah terinfeksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
mwtode kualitatif dengan menggunakan teori S-O-R (stimulus, organisme,
respons).dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah model komunikasi yang
digunakan petugas kesehatan dalam memberikan pembinaan waspada covid 19
pada pasien di laboratorium plus Kota Batam. Model komunikasi yang digunakan
merupakan model komunikasi langsung dan tidak langsung. Dimana model
komunikasi langsung dilakukan secara intesns dengan media tatap muka. Untuk
model komunikasi tidak langsung dilakukan dengan menggunakan media seperti
brosur, dan poster yang diletakkan di dinding labiratorium.