Abstract :
Tindakan yang dilakukan melalui ucapan biasanya disebut tindak tutur, lebih
khusus, seperti memberi tahu, meminta maaf, keluhan, debat, berjanji atau
permohonan. Tindakan representatif adalah jenis tindakan yang menyatakan apa
yang diyakini oleh pembicara sebagai kasus atau tidak. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis jenis-jenis tindak tutur representatif yang dilakukan oleh
karakter utama dalam film ?Divergent? (2014). Ada dua teori utama yang
digunakan dalam menganalisis data, yang pertama adalah teori oleh Searle (2011).
Teori ini digunakan untuk menganalisis tipe - tipe ujaran dari karakter utama
dalam film. Yang kedua adalah teori Hymes (2011) untuk menganalisis konteks
dalam film. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah ucapan-ucapan dalam film berjudul
Divergent (2014). Objek penelitian adalah tindakan Representatif. Metode
pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan teknik non partisipatif
(Sudaryanto, 2015). Dalam penelitian ini, metode identitas pragmatis dari
Sudaryanto (2015) digunakan untuk menganalisis data. Metode penyajian hasil
penelitian menggunakan metode informal (Sudaryanto, 2015). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dalam Divergent (2014) film ditemukan 20 ucapan
representatif yang muncul dalam film divergent. Perwakilan yang banyak
digunakan adalah memberi informasi. Para pembicara juga cenderung
menggunakan perintah untuk memberi tahu untuk memberi tahu pendengar tentang
sesuatu yang tidak diketahui oleh pembicara. Hasil penelitian juga menemukan 20
Konteks yang muncul dalam film divergen. Konteks yang paling banyak digunakan
adalah (K) Key. Kunci konteks sangat berguna untuk mengetahui pesan seperti apa
yang dimaksudkan oleh pembicara.