Abstract :
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis implikatur percakapan yang ditemukan dalam film Central
Intelligence. Penelitian ini menggunakan teori implikatur percakapan dari Grice
in Huang (2015) untuk menganalisis pengamatan maksim dan jenis implikatur
percakapan dalam film Central Intelligence. Penelitian ini memiliki dua tujuan
yaitu untuk menganalisis mengamati pepatah dan jenis implikatur percakapan.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah percakapan dalam film
berjudul Central Intelligence (2016). Objek penelitian adalah implikatur
percakapan. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan
teknik non partisipatif (Sudaryanto, 2015). Pada penelitian ini, metode pragmatis
identitas dan teknik kemampuan memadu padankan dari Sudaryanto (2015)
digunakan untuk menganalisis data. Metode penyajian hasil penelitian
menggunakan metode informal (Sudaryanto, 2015). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa dalam film Central Intelligence (2016) ditemukan pengamatan maksim
adalah pengamatan maksim kualitas dengan 6 data, pengamatan maksim
kuantitas dengan 5 data, pengamatan maksim hubungan dengan 5 data,
pengamatan maksim sopan santun dengan 5 data. Hasil penelitian juga
menemukan jenis implikatur percakapan adalah implikatur percakapan yang
digeneralisasikan dengan 9 data diantaranya 5 data untuk skalar dan 4 data
untuk indifinit dan implikatur percakapan partikular dengan 10 data.