Abstract :
Sebuah percakapan akan selalu terjadi di kehidupan sehari-hari maupun di dalam
sumber lain seperti program televisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menentukan prinsip horn berdasarkan teori neo Gricean pragmatik di dalam
program televisi series Sherlock season 3. Peneliti juga akan menentukan fungsi
setiap ujaran ataupun percakapan yang terjadi di film Sherlock season 3.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data, peneliti
menggunakan metode observasi dengan Teknik simak bebas libat cakap. Dalam
menganalisis data, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. hasil
penelitian ini akan dijelaskan menggunakan kata-kata dengan metode informal.
Setelah meneliti 25 data, peneliti menemukan bahwa prinsip Q adalah prinsip yang
paling dominan di dalam film Sherlock season 3 dan fungsi secara representatives
juga termasuk fungsi yang paling dominan dari semua ujaran yang dikumpulkan
secara acak di dalam film Sherlock season 3. Untuk informasi yang lebih spesifik,
dari 25 data terdapat 18 data prinsip Q dan 7 data prinsip R. Dalam hal fungsi,
terdapat lima fungsi dari ujaran, fungsi secara deklaratif, representatif, ekspresif,
direktif, dan komisif. Peneliti menemukan bahwa dari 25 data terdapat 16 data dari
fungsi secara representatif, 4 data dari fungsi secara ekspresif, 4 data lainnya dari
fungsi secara direktif, dan yang terakhir adalah 1 data dari fungsi secara komisif.
Peneliti tidak menemukan data yang mempunyai fungsi secara deklaratif. Setelah
meneliti kedua prinsip dan fungsi, penelitian ini bias disimpulkan bahwa
kebanyakan ujaran yang termasuk tipe dari prinsip Q mempunyai fungsi secara
representatif dan terdapat di sekitar 10 dari 18 data prinsip Q.