Abstract :
Keefektifan pengendalian Internal dianggap sangat penting pada setiap
organisasi. Adapun aspek yang digunakan dalam mengukur keefektifan yaitu
dengan sistem Akuntansi Penggajian dan Kinerja Karyawan. Setiap aktivitas
karyawan membutuhkan pengendalian baik dari sistem maupun apa yang sedang
atau telah dilakukan. Perusahaan juga harus menjamin kesejahteraan karyawan
dengan memberikan hak yaitu gaji sebagai timbal balik atas jasa yang telah
diberikan. Obyek penelitian ini adalah Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam.
Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada responden dengan
populasi sebanyak 184, dan sampel yang digunakan sebanyak 126 responden
dengan metode Quota Sampling. Pengolahan data menggunakan analisis
deskriptif dan analisis regresi linier berganda yang diolah dengan bantuan
program SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan Sistem Akuntansi
penggajian tidak berpengaruh signifikan terhadap pengendalian internal dan
kinerja karyawan berpengaruh signifikan terhadap Pengendalian internal terbukti
dari nilai t hitung 1,141 < t tabel 1,979 dan nilai signifikan 0,256 > 0,05 untuk
variabel Sistem Akuntansi Penggajian (X1) dan t hitung 2,166 > t tabel 1,979 dan
nilai signifikan 0,032 < 0,05 untuk variabel Kinerja Karyawan (X2). Hasil uji F
menunjukkan nilai sebesar 4,091 (F hitung) > 3,07 (F tabel) dan nilai probabilitas
signifikansi sebesar 0,019 < 0,05 hasil ini menunjukkan bahwa kedua variabel
bebas yaitu sistem akuntansi penggajian (X1) dan kinerja karyawan (X2) secara
bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keefektifan
Pengendalian Internal.