Abstract :
Pada penelitian ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran terhadap
komunikasi yang dapat membuat kesalahpahaman. Komunikasi tidak akan
ambigu jika pendengar dan pembicara memahami kontek sebuah pembicaraan,
seperti tuturan yang bermaksud agar lawan tutur tersebut melakukan sesuatu
sesuai dengan instruksi yang disampaikan atau dituturkan. Istilah yang
membahas tentang ini dapat diketahui sebagai tindak tutur direktif. Tuturan
direktif dapat ditemukan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Penelitian ini
menginvestigasi tipe tindak tutur direktif dan tujuan tindak tutur direktif yang
didukung oleh Ibrahim (1993). Metode yang dirancang dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif-kualitatif. Peneliti menggunakan salah satu serial film
Stranger Things: musim 2. Metode yang digunakan adalah observasi dengan
Teknik non-partisipatif dan Teknik mencatat untuk mengumpulkan data. Setelah
mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode padan referensial sebagai
metode untuk analisa data. Untuk mempresentasikan hasil, peneliti menggunakan
metode informal. Pada Penelitian ini, peneliti menemukan ada 35 tipe tindak
tutur direktif dan tujuan tindak tutur direktif yang terdiri dari memohon (7 data),
pertanyaan (11 data), perintah (9 data), larangan (2 data), pemberian izin (1
data), dan menasehati (5 data). Berdasarkan hasil penelitian, data yang paling
banyak ditemukan adalah tipe tindak tutur direktif pertanyaan.