Abstract :
Penelitian ini membahas tentang penkhianatan dan pembalasan dendam dalam
drama Medea oleh Euripides. Drama yang diangkat dari cerita mitologi masyarakat
Yunani ini bercerita tentang seorang ibu yang kehilangan naluri keibuannya
sehingga ia tega membunuh anak kandungnya dengan alasan pembalasan dendam
terhadap pengkhianatan yang dilakukan suaminya yang bernama Jason. Karakter
Medea yang tidak biasa inilah yang akan menjadi pembahasan dalam penelitian ini.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori psikologi oleh Sigmund
Freud yang mencakup tiga zona psikis manusia yang meliputi Id, Ego dan Superego.
Menurut teori Sigmund Freud, Id adalah kebutuhan dasar manusia yang ada sejak
lahir tanpa ada pengaruh dari situasi dunia yang berdasarkan pada kesenangan
semata. Ego adalah zona dimana manusia ingin mengimbangi Id dan Superego
dimana superego adalah norma-norma yang berlaku dimasyarakat. Ego
berlandaskan pada realitas kehidupan dan Superego berlandaskan pada baik atau
buruknya perilaku manusia. Yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah alsasan
dan dampak dari pengkhianatan dan pembalasan dendam yang dilakukan oleh tokoh
dalam drama Medea berdasarkan tiga zona psikis manusia Id, Ego dan Superego.
Dalam proses pemngumpulan data, peneliti menggunakan metode dokumentasi.
Peneliti kemudian mengaplikasikan metode kualitatif deskriptif dan teknik analisa
konten dalam elemen ekstrinsik dan intrinsik dalam proses menganalisa data. Hasil
penelitian pun ditampilkan dalam bentuk informal yang mana peneliti
menjabarkannya dalam bentuk kata dan kalimat. Peneliti akhirnya menemukan
bahwa Id tokoh Medea dan Jason sangat kuat sehingga mengabaikan Ego dan pada
akhirnya Superego dikalahkan oleh Id. Dalam penelitian ini peneliti menemukan
alasan dan dampak dari tokoh melakukan pengkhianatan dan pembalasan dendam.
Adapun alasan pengkhianatan adalah ambisi dan kekuasaan. Selanjutnya adalah
alasan dari pembalasan dendam adalah pengkhianatan itu sendiri dan kekecewaan.
Dimana kekecewaan ini didorong oleh penyesalan, kesedihan yang mendalam dan
keputusasaan.