Abstract :
Percakapan sangat penting dalam interaksi satu sama lain. Dalam percakapan
sering ditemukan ucapan yang memiliki makna tersirat dimana Grice (1975)
menyebutnya implikatur. Dalam implikatur terdapat implikatur percakapan
partikular yang memiliki konteks spesifik dalam memaknai dan memiliki
keterkaitan dengan pelanggaran empat maksim, yaitu maksim kuantitas, kualitas,
relevan, dan cara. Dalam pelanggaran maksim ada strategi berdasarkan teori
Cutting (2002) yang membagi strategi berdasarkan masing-masing maxim yang
dilanggar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis flouting maxim dalam
ucapan yang mengandung implikatur percakapan partikular oleh Grice dan
strategi yang diikuti oleh Cutting dalam talkshow "Oprah Winfrey Show". Metode
dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan observasi
dan non-partisipatif dalam mengumpulkan data serta menggunakan metode
informal dalam menyajikan hasil. Dalam penelitian ini ditemukan 30 data yang
berisi ucapan implikatur percakapan partikular. Dari hasil analisis data dapat
diketahui bahwa terdapat (15) data yang melanggar maksim kuantitas, (3) data
melanggar maksim kualitas, (11) data melanggar maksim relevan, (1) data
melanggar maksim cara. Strategi yang ditemukan adalah memberikan terlalu
banyak informasi untuk pelanggaran maksim kuantitas, ironi, candaan, dan
hiperbola untuk pelanggaran maksim kualitas, tidak relevan untuk pelanggaran
maksim relevan, dan ambigu untuk pelanggaran maksim cara. Berdasarkan hasil
tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa pelanggaran maksim kuantitas dalam
implikatur percakapan partikularisasi adalah yang paling banyak dari jenis-jenis
pelanggaran maksim dan strategi yang paling banyak juga mengikuti
pelanggaran maksim itu sendiri yaitu dengan memberikan terlalu banyak
informasi