Abstract :
Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk menganalis elemen kebutuhan
penghargaan diri dalam sebuah drama, yakni Death of a Salesman. Drama yang
merupakan karya seorang penulis Amerika, Arthur Miller pada tahun 1949 ini
mengisahkan suka duka dalam hubungan sebuah keluarga Amerika. Sikap dan
kepribadian dalam karakter utama Death of a Salesman, yaitu Willy Loman lah
yang akan menjadi bahan penelitian penulis. Teori yang digunakan dalam
penilitian ini adalah Hirarki Kebutuhan dari Abraham Maslow yang mencakup 5
level kebutuhan, yakni kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan
akan rasa memiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan diri, dan
kebutuhan akan aktualisasi diri. Peneliti kemudian menetapkan fokus penelitian
pada kebutuhan Willy Loman akan penghargaan diri. Ketika manusia sudah
berinteraksi secara intens dengan lingkungan sosialnya, maka akan muncul
keinginan dari dalam diri untuk dihormati, diapresiasi, serta diakui akan keahlian
maupun kemampuanya. Dalam membahas kebutuhan akan penghargaan diri,
peneliti kemudian akan memfokuskan penelitiannya pada hasrat yang berlebih
dalam aspek penghargaan dan penghormatan diri yang ditemukan dalam
karakter Willy Loman pada drama Death of a Salesman. Dalam proses
pengumpulan data, peneliti menggunakan metode dokumentasi dan teknik catat.
Peneliti kemudian mengaplikasikan metode kualitatif deskriptif dan teknik analisa
konten dalam elemen ekstrinsik dan intrinsik dalam proses mengalisa data. Hasil
penelitian pun ditampilkan dalam bentuk informal yang mana peneliti
menjabarkannya dalam bentuk kata dan kalimat. Peneliti akhirnya menemukan
bahwa karakter Willy Loman memiliki hasrat yang berlebih pada penghargaan
dan penghormatan diri yang disampaikan untuk: menghindari kenyataan akan
ketidakmampuan ekonomi, menolak bantuan, menuntut penghormatan dan
penghargaan diri sebagai rekan kerja dan orang-tua. Peneliti juga menemukan
beberapa motif yang menjadi penyebab Willy Loman melakukan kesalahan dalam
memenuhi kebutuhan akan penghargaan dirinya, yaitu: ketidakpuasan Willy
Loman memenuhi kebutuhan fisiologis, ketidakpuasan Willy Loman memenuhi
kebutuhan rasa aman dan ketidakpuasan Willy Loman memenuhi kebutuhan akan
rasa memiliki dan kasih sayang dalam dirinya.