Abstract :
Komunikasi verbal tidak dapat lepas dari proses pengucapan (bunyi) dari bahasa
tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidaktepatan
pengucapan bunyi vokal dan bunyi konsonan dari pidato Joko Widodo di APEC
CEO Summit 2014, The World Economic Forum on East Asia 2015, dan The
World Press Freedom Day 2016 berdasarkan standar Received Pronunciation
(RP) dan faktor-faktor yang memengaruhi suara vokal dan suara konsonan yang
diucapkan oleh bapak Joko Widodo dalam pidato beliau. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti
menggunakan metode observasi atau simak dengan teknik simak bebas libat
cakap. Pada proses analisis data, peneliti menggunakan metode padan dengan
teknik fonetis artikulasi. Ditemukan bahwa bunyi-bunyi konsonan /?/, /ð/, /v/, /z/,
/?/ diucapkan secara tidak benar. Bunyi-bunyi vokal /?/, /?/, /?/, /i/, /e/, /?/
diucapkan secara tidak konsisten. Bunyi-bunyi diftong /??/, /e?/, /??/ and /a?/
diucapkan secara tidak benar. Bunyi konsonan /l/ pada bagian tengah kata tidak
diucapkan. Bunyi-bunyi konsonan /t/, /s/, /k/ pada akhir kata dihilangkan.
Konsonan [-y] yang berbunyi /?/ pada akhir kata diucapkan sebagai /e/. Bunyi?bunyi diftong /??/, /e?/, /??/ and /a?/ diucapkan sebagai /?/, /?/, /?/, /?/, /e/, dan /?/.
Akibatnya, faktor-faktor yang memengaruhi kesalahan bunyi-bunyi vokal dan
konsonan dalam bahasa Inggris Bapak Jokowi adalah pengaruh bahasa ibu,
perbedaan sistem suara antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, pengaruh
dari penulisan terhadap pengucapan, latar belakang pendidikan, dan latar
belakang lingkungan.