Abstract :
Era Victoria merupakan tonggak berdirinya peranan feminisme dalam menyetarakan
derajat wanita dengan laki-laki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan self?existence pada karakter Elizabeth di novel Pride and Prejudice yang memperjuangkan
kesetaraan hak-hak kaum wanita dengan menggunakan teori Simone de Beauvoir yang
mengkalsifikasikan existensialism menjadi tiga bagian yaitu: subordinasi, psikologi,
malafid. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini adalah membaca novel, mendaftarkan dan mengumpulkan kata?kata yang menunjukan adanya gerakan existensialisme yang ditemukan dalam novel.
Kemudian hasilnya dijelaskan dan dijabarkan melalui analisis. Dalam penyajian data
peneliti menggunakan metode informal karena hanya menggunakan kata-kata dalam
mendeskripsikan hasil penelitian. Dari proses analisis data dapat ditemukan bahwa
Elizabeth bisa mendapatkan pasangan hidupnya sendiri. Dia juga bisa membuktikan
kepada keluarganya bahwa keputusannya untuk menolak perjodohan itu adalah
keputusan yang tepat. Dari proses analisis data maka dapat di temukan bahwa
perempuan berhak mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki. Sedangkan jenis
kelamin seharusnya tidak menjadi patokan untuk menentukan hak seseorang.