Abstract :
Pergeseran terjemahan adalah perubahan bentuk tata bahasa dari bahasa sumber ke
bahasa target. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pergeseran
unit dan juga untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan adanya pergeseran
unit didalam terjemahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dalam
mengumpulkan data peneliti menggunakan metode observasi dengan teknik catat.
Dalam menganalisa data, peneliti menggunakan metode translasioanl dengan teknik
dasar dan teknik lanjutan. Data hasil penelitian akan disajikan dalam metode informal
dengan menggunakan kata-kata. Dari hasil analisis data, peniliti menemukan enam
pola pergesaran yaitu dua puluh empat pergeseran dari kata ke frasa, satu pergesaran
dari kata ke kalimat, tiga pergeseran dari frasa ke kata, dua pergeseran klausa ke
frasa, satu pergeseran dari klausa ke kalimat, dan dua pergesaran dari kalimat ke
frasa. Peneliti hanya menemukan satu faktor yang menyebabkan adanya pergesaran
unit yaitu perbedaan pada komponen leksikal yang membedakan kata satu dengan
kata yang lainnya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pergeseran terjadi
karena penerjemah ingin menyampaikan makna dari teks. Pola yang paling banyak
muncul yaitu, pergeseran dari kata ke frasa. Morfem terikat pada kata lengkap dan
kata kompleks yang membuat sebuah kelas kata berpindah ke kelas kata lainnya,
seperti akhiran ?ly (adverbia) yang diterjemahkan ke free morfem dengan, sudah, dan
sambil, yang menunjukkan bagaimana sesuatu dilakukan. Hal tersebut terjadi karena
bahasa target tidak memilik morfem terikat yang sejajar yang dapat menjelaskan kata
dari bahasa sasaran. Akibatnya, mengubah unit dari kata ke frasa. Hal itu terjadi
karena perbedaan komponen leksikal antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Hal
tersebut menjadi faktor yang menyebabkan pergeseran unit harus dilakukan dalam
teks terjemahan.