Abstract :
Kredibilititas dalam diri seorang komunikator sangat diperlukan.
Kredibilitas seseorang didapat dari pengetahuan dan pengalaman, semakin tinggi
tingkat pengetahuan dan pengalamanya maka akan semakin tinggi pula tingkat
kepercayaan komunikan terhadap komunikator. Seorang komunikator selain
memiliki kredibilitas juga harus bisa memotivasi orang lain. Seorang guru sebagai
komunikator harus dapat merangsang dan memberikan dorongan untuk
membangkitkan potensi dan kreativitas.Motivasi dapat dikatakan sebagai
pengaruh kebutuhan dan keinginan seseorang untuk mencapai sebuah tujuan
tertentu. Guru sebagai komunikator dalam proses belajar mengajar memiliki peran
penting, tidak hanya terbatas sebagai pengajar tetapi juga sebagai pembimbing
dan juga motivator yang mendorong potensi dan perkembangan belajar yang
berarti seorang guru memiliki tanggung jawab dalam pencapaian belajar..
Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui hubungan antara kredibilitas komunikator
dan motivasi dengan efektivitas pembelajaran ekstrakurikuler pada kelompok
Khusin Ryu M Karate Do Indonesia-Karimun (KKI), (2) mengetahui hubungan
antara kredibilitas komunikator pada efektivitas pembelajaran ekstrakurikuler
pada kelompok Khusin Ryu M Karate Do Indonesia-Karimun, dan (3) mengetahui
hubungan antara motivasi belajar pada efektivitas pembelajaran ekstrakurikuler
pada kelompok Khusin Ryu M Karate Do Indonesia-Karimun. Metode penelitian
yang digunakan adalah metode kuantitatif-deskriptif. Instrumen penelitian yang
digunakan adalah kuesioner. Sampel penelitian ini adalah seluruh anggota karate
KKI dengan jumlah 100 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian berupa data
kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik Rank Spearman. Hasil dari
penelitian ini adalah (1) Kredibilitas Komunikator (X1) terdapat hubungan dengan
motivasi. Karena berdasarkan hipotesis terdapat koefisien korelasi sebesar 0,456
dengan signifikansi 0,000 nilai ini masih berada dibawah nilai 0,05.(0,000 <
0,05). (2) Kredibilitas Komunikator (X1) terdapat hubungan dengan efektivitas
pembelajaran. Karena berdasarkan hipotesis terdapat koefisien korelasi sebesar
0,313 dengan signifikansi 0,002 nilai ini masih berada dibawah nilai 0,05.(0,002 <
0,05). (3) Motivasi (X2) terdapat hubungan dengan efektivitas pembelajaran pada
kegiatan karate. Karena berdasarkan hipotesis terdapat koefisien korelasi sebesar
0,374 dengan signifikansi 0,000 nilai ini masih berada dibawah nilai 0,05.(0,000 <
0,05).